Sama KREATIF dengan GILA

By bilikaksara

Kreatifitas akan lebih muncul kalau ada trigger-nya. Jatuh cinta dan patah hati juga merupakan trigger kreatifitas. Kreatif adalah mampu memoles sesuatu yang pada mulanya terlihat biasa, menjadi luar biasa. Kreatif memang subjektif. Namun, sebuah sumber yang bisa memancarkan ide, sebenarnya lebih berfungsi sebagai media inspirasi, dan mungkin bukan kreatif yang sebenarnya. Adapun orang-orang yang bisa berimajinasi, merekalah yang kreatif, yang bisa menghasilkan gagasan-gagasan baru. Namun jika presenter dengan materi sederhana tersebut juga mengemas presentasinya sampai menghasilkan ide-ide baru yang belum pernah ada sebelumnya, maka dia kreatif, bahkan inovatif.

Kegilaan lebih dekat dengan inovatif, yang mirip dari sisi nyleneh-nya, tanpa menjanjikan manfaat apapun dari ide-idenya. Kadang dibutuhkan sebuah kreatifitas untuk membuat sebuah konsep. Tapi, tidak. Untuk membangun dan membuat sebuah konsep dibutuhkan suatu orang gila untuk membuatnya.

 

Kebolehan seseorang, yang menggunakan kemahiran dalam dirinya untuk diluncurkan di atas kertas dengan cara menulis atau melukis, sama dengan kreatif. Kreatif boleh dikaitkan dengan bagaimana berfikir. Jika seseorang itu dapat mengeluarkan ide yang ‘wow’, dan tak pernah terpikir oleh orang lain, maka idenya itu adalah ide kreatif. Kreatif takkan ada selagi tak muncul inspirasi.

 

Kreatif lahir dari kemahiran. Kemahiran terwujud kalau kita sering melakukannya. Biarpun berulang kali gagal, kita bangun kembali dengan semangat yang kokoh, berbekal ilmu baru untuk dipakai dan memperoleh kejayaan. Jatuh bangun itulah yang membuat kita mahir dalam suatu masalah. Tetapi inspirasi juga memainkan peranan penting untuk memotivasikan diri. Tanpa inspirasi manusia tak mampu membuat sesuatu.

 

Kreatif tidak cukup untuk menggambarkan ide. Tapi butuh rencana, pemikiran, dan pelaksanaan yang berani untuk melakukan. Jadi, yang dibutuhkan di sini adalah orang yang siap menjadi gila. Untuk mendapatkan sebuah ide, harus siap gila, menjadi orang gila dengan pemikiran yang sedikit brilliant.

 

Kreatif dan gila mempunyai rumus berupa pola-tulis-kontrol. Ketiga proses ini jadi satu dan mencapai klimaks pada kontrol. Boleh kreatif, boleh gila, tapi ingat kontrol. Tidak melanggar aturan umum dan kewajaran harus diikuti, agar tak menimbulkan rasa tidak suka orang lain. (Tan/05-18)

Tags: , ,

Leave a Reply