WAJAH CANTIK ITU ADALAH IBUKU

By bilikaksara

Tawa itu muncul lagi setelah sekian lama tertutupi gumpalan awan tanpa arah…ibuku sayang, aku selalu menyebutnya begitu, meski kadang terbesit juga ungkapan sayang ini punya arti atau tidak. Ibuku, adalah wanita tegar. Ibuku, Wanita yang selalu berusaha ingin maju. Ibuku, wanita penyayang meski bukan tipe yang gampang mengungkapkan rasa sayangnya pada keluarga dengan ucapan. Aku dan ibuku, bukanlah sahabat karib, namun kami dekat, dekat sekali. Ibuku, wanita berusia 46 tahun. Cantik, pintar dan idealis. Wajah cantik itu mulai tergores dengan kerutan-kerutan kecil, sayang ibuku bukan tipe wanita pesolek. Namun, masih saja tetap cantik dan muda dengan usia 46 tahun. Wanita tegar ini, masih saja tetap tersenyum. Namun Nampak tawar. Setawar teh kental tanpa gula. Ibuku sayang, apa yang menggangu pikiranmu ? akukah..? atau…?

 

Cantik sekali wajah itu…cantik, bukan sehari dua hari aku berada di dekatnya,

Wajah cantik dihiasi senyum yang selalu mengembang

Wajah cantik itulah yang selalu menjadi pacuanku untuk meraih asa.

Ibu, aku memanggil wajah cantik itu

Tidak sekali aku membuatmu mengkerutkan dahi, tidak sekali pula aku membingungkanmu dengan permasalahanku

Tapi kau selalu sabar menenangkan ku

Namun, wajah cantik itu sekarang murung…

apa dan siapa yang membuatmu murung?

 

Ibuku kini semakin sempurna, entah sejak kapan aku lebih suka memandang ibuku yang sekarang. Ibuku tak pernah marah lagi, meski sebenarnya kemarahannya untuk kebaikan buah hatinya. Ibuku, motivasi dan inspiriasiku. Kalimat manis yang selalu aku terima dari lathi ibu ” doa ibu selalu bersama kamu ”

 

Tags:

Leave a Reply