Keringat menjadi teman setiaku, ketika pertanyaan-pertanyaan itu mencercaku… hantaman air liur membarengi setiap arak-arakan a.b.c.d… masih tetap mengalir..tes..tes..tes.. lembut sekali jalannya si keringat ini…. Panas!!!… hhhhmmm… fase ini akhirnya aku lewati juga, lega!! Bahkan sangat!! Tapi tak puas dan tersengal-sengal. Tatapn bapak itu, membuat warna mukaku berubah `biru` kata seorang lakki-laki kurus tinggi… hhmmm tak mengapa si biru menjadi topeng kelegaan, kemarahan kecewa dan menyesal… tapi `terimakasih` tetap menjadi bendera di barisan depan bibir mungilku, meski belum sempat terucap. Namun sudah kusiapkan kata santun itu untuk bapak yang selang waktu ini menjadi temanku… terima kasih ^_^
DUA SEMBILAN DUA BULAN YANG LALU….
Advertisement