Tepung dan Ramuan Khusus menjadi Sampoku Malam Itu…

August 1, 2008 by bilikaksara

Loro Mei Enol Wolu

Huhh…lotre macam apa yang aku terima malam itu, dari belakng seorang teman memanggilku, “yuuureee” saat aku menoleh, “byuurrrr” seember air sabun membasahi tubuhku, “niiikkeeeennn”. Belum cukup air sabun, seember air menyiramku “bbyuuurrr” bak teroris, teman kos ku sudah mengatur strategi untuk mengerjaiku., entah ide darimana. Aku pikir cukup hanya dengan dua ember air, tak butuh waktu lama dari pojok kanan muncul sosok berbaju pink menyiramku dengan tepung, yang sudah dicampur atau mereka biasa menggunakan kata meramu. Tepung yang diramu dengan segerombol kawannya, telur, garam, madu, kecap, saos dan apapun yang bisa dijadikan  campuran, menyapa tubuhku. Ahhh…bau tak sedap membahana dalam tubuh mungilku.
Tak lama terdengar lantunan lirik yang tak asing “slamat ulang tahun, slamat ulang tahun, yure” sempat terharu aku mendengar barisan lirik itu. Sempat sebel juga.
Tapi terima kasih teman untuk surprise nya.

M. P. A dengan K… (7)

July 31, 2008 by bilikaksara

Maap ngrepotin…

‘kangkung aku pinjem tas, ga di pake to, dianter ke kos ya aku lagi ga bawa motor e, maap yo ngrepoti ?” sending ke 08522705xxx dan terkirim…. tumben aku ngrepotin kangkung. “Ahh..kolo-kolo” pikirku!!! terirot dapat juga balasan dari kangkung “iyo, meh dipake kapan, ra ngrepoti kok nyante wae..” makasih kangkung…. Aku minjem tas kangkung, soale lagi ga ada tas nganggur. Udah gitu temen-temenku uda pada mudik..kecepetan mereka mudiknya. Aku pikir kangkung harapanku meminjamkan kantong untuk rongsokanku….weee aku tunggu dan tunggu. Lamaaaaaa…tas nya ga dating dan benar ga dateng : ( tapi ga pa-pa lah mungkin kangkung lagi sibuk jadi ga sempat nganter..

 

M. P.A dengan K… (6)

July 31, 2008 by bilikaksara

Tentang wanita…..

Lagi-lagi cerita tentang aku dan kangkung..bukan lagi tentang cerita patah hatinya maupun rengekan dia dan hatinya..ini mungkin tentang kekesalan. Kekesalan pada sebuah ikatan emosional, sedikit mendekati cinta tapi bukan cinta. Ahh…bisa juga makluk itu kesal pada dirinya. Entah dari mana dia memulai ceritanya, yang pasti saat itu, saat aku lagi bener-bener ga ada kerjaan, tiba-tiba telilet- telilet..kangkung menghubungiku. Nada kesal dalam rangkaian kalimat nampak jelas. Awalnya aku bingung kesal pada siapa makluk ini. Akukah ? atau…? Selintas masa bodo dengan kekesalan itu, namun akhirnya terjawab juga untuk siapa kekesalan itu..teng ting teng..ternyata untuk gadis yang menyakitinya. “Ulah apa lagi” batinku. Perlahan mengalir juga curhatan makluk yang patah hati ini. Uhh…aku pikir masalah berat apa lagi yang membebani makluk adam ini, ternyata cinta..cinta dan cinta. Tapi sudahlah demi seorang teman aku simak saja setiap keluhan yang dia lempar ke otak kecilku. Sedikit penasaran gadis macam mana yang bikin teman jangkungku terkesan merana. “Owh…ada kesalahan persepsi diantara mereka ” batinku lagi. Hemm..yang satu masih memendam rasa, sedang satunya lagi menggantungkan rasa…hah, rada bingung juga aku ma urusan dia dan gadisnya, sepenggal cerita yang bisa dijadikan referensi untuk kisah ini..dimana-mana namanya perhatian itu penting ya, sedikit saja kita berpaling, rasanya udah merasa tersakiti..hah,

Kangkung..kangkung udahlah, diemong aja, masih kecil juga..sedikit merasakan, aku tau kok ga enak banget, di gituinnnnnnnnn…sabar boy!!! Kamu masih sayang dia kangkung ? pertahanin aja rasa itu, jangan berusaha melupakan. Kowe bandel, aku selalu bilang bersahabatlah dengan waktu. Cuma waktu yang bakal ngejawab setiap masalah yang kamu hadapi juga tentang perasaan. Kamu percaya kangkung semua pasti indah pada waktunya. Harapan seorang teman, kamu pasti bakal dapet yang lebih baik bahkan lebih..lebih…dan lebih. Percaya deeee.. : )

M. P. A dengan K… (5)

July 31, 2008 by bilikaksara

Semakin hari semakin nyaman aku berbagi cerita dengannya. Pertemanan ini muncul karena ketidaksengajaan. Dan aku atas dasar ketulusan menghargai pertemanan ini.

M. P. A dengan K… (4)

July 31, 2008 by bilikaksara

Kangkung patah hati lagi…

Lama sekali tak saling kontak, akhirnya siang itu…

Terot..ret..terot..ponselku (masih yang dulu) berbunyi dan…kangkung menyapaku.

Dia jatuh cinta lagi, ya jatuh cinta…tapi juga patah hati. Entah kapan dia mulai merasakan itu tapi, dia berceloteh dia bingung. Gadis yang menyapa hatinya ternyata hanya mengganggap teman biasa, sedikit naik tingkat gadis itu merubah pertemanan itu menjadi status baru adik kakak. Heh…bahasa klise untuk menolak perasaan seseorang. Kenapa ya…status adek-kakak marak banget. Padahal setahuku itu kan ga boleh, kecuali benar-benar ada hubungan keluarga. Tapi sudahlah….ga akan banyak komentar.

Aku tau dia sedikit berduka dengan hati dan perasaannya. Seperti halnya aku yang pernah juga patah hati, seolah aku tau bagaimana perasaan kangkung saat itu, padalah jelas beda. Aku patah hati karena penghianatan, sedang dia karen kurang cepat mengungkapkan perasaannya. Yah…itulah alur cinta yang harus dia lalui. Tak bisa membantu banyak, hanya sedikit kalimat pelega yang aku hadiahkan untuk temanku.

Aku senang, temanku melupakan sakit hatinya pada penghianatan sahabatnya. Tapi aku juga sedih, ketika kangkung mulai membuka hati lagi, dalam hitungan jari dia harus menutup hati untuk sementara waktu. Kasihan. Semangat kangkung.

Hai, apa khabar gadis yang membuat temanku patah hati ?

 

Kudapan Lezat di Gedung Korpri

July 31, 2008 by bilikaksara

Dua sembilan enol delapan

Alhamdulillah..gara-gara liputan lomba kudapan ma packaging aku dapat teman baru,dari UNES mereka lagi KKN di wadaslintang..ada Tika, Nurul, Wawan, Ganis truss Lala.. pooh hehe..ga nyangka banget pertama ngobrol kita langsung nyambung…ketawa ketiwi, bagi cerita trus candaan dan tuker-tukeran nomor HP dee….ehh lupa foto-foto juga : )

Tau ga ada apa di gedung korpri, ada lomba packaging ma kudapan untuk anak..emmm lezat-lezat kue ma jajannya..selezat pertemanan yang baru saja terjalin antara aku, arum dan temen2 dari UNES..so,sweeeeeeettttttttt

Hah..ga nyangka aja gara-gara aku yang sok kenal e jadi kenal beneran..mereka friendly, rasa canggung ga ada..semua ekspresi keluar tanpa dirancang…aroma pertemanan terasa kental ..ahh, ada yang naksir arum tuuuhh??? Moga aja dan insyaAllah awet aja pertemanan ini…nurul, tika, wawan, ganis, lala dll… moga kalian bae2 aja n tetep semangat yeeeee : D

M. P.A dengan K… (3)

July 31, 2008 by bilikaksara

 

Setelah seminar, seolah mati komunikasi aku dan kangkung, entah karena apa… dan tak ada lagi tukar menukar cerita, bahkan bertegur sapa tentang keadaan dan kabar masing-masing….tapi aku yakin, bukan hanya aku tapi temanku kangkung pasti baik-baik saja.

Metamorfose Pertemanan Aku dengan Kangkung… (2)

July 31, 2008 by bilikaksara

Masih cerita tentang aku dan kangkung, entah angin apa yang membawa aku dalam pertemanan ini. Padahal aku sendiri bingung memberi nama pertemanan ini. Bagaimana tidak ? kita satu atap dalam payung komunikasi, saat bertemu muka jarang ngobrol, jangankan ngobrol senyum aja kadang tidak. Apa ini bisa disebut teman ? anehnya, di lain waktu lewat media lain aku dan kangkung suka berbagi cerita, entah mengapa, aku percaya aja dengan pertemanan ini. Dan mungkin juga sebaliknya bagi kangkung. But ga tau ding…

##

Setelah makasi`07, masih ditemukan lagi dengan kangkung dalam Seminar Media Online Media Masa Depan, kerjaan himakom. lagi-lagi komunikasi kecil terajut dalam waktu yang tak tentu ini. Ga ada yang special juga, tapi kok aku ngerasa enjoy aja yah, berbagi cerita ma dia.

Ponselku kembali bergerilya, ku buka dan… kangkung lagi, tapi aku tak ingin bercerita tentang isi sms yang ia kirim untukku. Rahasia katanya. Aku hargai permintaan dia, untuk rahasia ini. Cuman, Apa itu yang namanya teman ? maen belakang gituuu..

hah, biarlah jadi urusan kangkung dan makhluk yang bersangkutan itu. SEMANGAT kangkung.

Waktu itu, mataku enggan untuk diajak kompromi untuk berceloteh dengan kangkung. Bahkan jemariku yang biasanya full energi seakan melemah, abis curhatnya udah tengah malam, dewa mimpi juga buru-buru datengnya. Maap ya kangkung…aku tertidur tanpa ucapan selamat malam.

A/B UNTUK TEKNIK REPORTASE & INTERVIEW

June 12, 2008 by bilikaksara

“Udah siap ma reportase kalian” ucap dosen TRI. Uh…serempak lima makhluk jurnalistik mengatakan ”ya..” dengan atau tanpa ekspresi yang jelas. Pembagian tugas yang cukup affair menurutku saat itu, soalnya tema masing-masing reportase sepenuhnya. Mutlak pilihan kita. Emm…reportase ini, aku memilih isu tentang kepindahan Pasar Ngasem.  Gak tau juga mengapa milih tema ini. Padahal jujur deh, samar-samar aja denger isu kepindahan pasar ini.

Seperti biasa, dan insyaallah akan seperti ini. Reportase kali ini, tetep aku ga sendirian, pau selalu ada. Istilahnya dia sebagai suntikan agar aku ga cepet-cepet nyerah. Majur juga suntikan itu. Setiap kali aku mengeluh dan ogah nglanjutin reportase ini. ”ayolah ndut, mosok ngene wae nyerah. Engko tak tumbaske empek-empek wes.”. kontan, aku sumringah lagi, yah…meski agak berat nglanjutin nya.

Reportaseku aku mulai dengan membuat daftar apa aja yang bakal aku lakuin (deskripsi lokasi, daftar narasumber, draf pertanyaan, dlll) plus jatwalnya. Obeservasi lapangan. Uhh…pertama kali masuk pasar ngasem, wuihh…kotor banget. Sempat juga nangring dalam otakku ”ga ada petugas kebersihan po?” bayangin aja kotoran dimana-mana, baunya itu.eemmm…parahnya lagi aku sempat gemetaran, abis orang-orang di sana aneh tatapan matanya. Dibilang ramah engga, ga dibilang ramah tapi ada juga yang rada lunak. Oiya, pas aku observasi, cuaca lagi ga mendukung banget. Ujan! Udah gitu sepi lagi.

Sepulang dari berkeliling pasar, sedikit ambil hati petugas parkir, awalnya si ngobrol ngalor-ngidul yah..itung-itung buat intro sebelum masuk ke inti masalah. Benernya bukan tukang porkir yang aku cari, tapi dinas pengelola pasar. Berhubung pak dinas petugas pasar udah pulang, akhirnya tukang parkirpun jadi. Ga banyak juga yang aku dapet. Paling cuman bener tidaknya isu kepindahan itu, alasan kepindahan dan beberapa info kecil yang bisa dijaiin rujukan. Rada nyesel juga, napa ga dateng lebih awal.

##

Jatah laporan reportase minggu ini, udah dateng lagi. Selasa. Ketemu mas Zaki, sharing hasil lapangan. Dikasih sedikit masukan. Teng..teng..sehari setelah itu aku kembali lagi ke pasar. Alhamdulliah ketemu juga sama bapak dinas pasarnya. Tapi lupa, namanya. Yah..sedikit informasi yang aku dapet. Kata bapaknya sie, bukan wewenang beliau. Dilemparlah aku ke pasar beringharjo. Udah ada rekomendasi , Pak Totok. Narasumber lain yang katanya bisa ngejawab permasalahan yang sedang aku telusuri. Deadline reportase tinggal dua minggu lagi. Sempat santai-santai aku, abis susah nyari Pak Totoknya. Lagi rapat lah, belum datanglah. Aku ma pau kayak bola yang dilempar kesana kemari, kesana kemari. Marah juga aku. Tanpa ba..bi..bu..langsung aja nylonong ke kantor. Eh…Pak Totoknya libur.  

##

Jam menunjukkan pikul 10. masih dikos dengan wajah kebingungan aku mencari recorder-ku. Alhasil hampir setengah jam aku bergulat dengan isi dalam kamarku. Saat itu juga aku teringat, recorder-ku dibawa seorang teman. Wuehh…lagi-lagi alhamdulillah, tak ada record handicame pun jadi.

##

02 Januari 2008

Cukup lama aku ma pau nunggu Pak Totok. Udah gitu ditanya bukan cuma satu satpam, mungkin satpamnya curiga kalee ya. ”wah..mbak, Pak Totoknya hari ini ga masuk kantor” ucap salah satu petugas pasar beringharjo. Lemes. Marah. Kesel. Buyar semua daftar pertanyaan yang uda aku susun. Finally, tanpa catetan, tanpa draf pertanyaan, aku wawancara Pak Djumadi, beliau staf dinas pasar beringharjo. Ternyata beliau yang ditunjuk buat gantiin Pak Totok. Masih keringetan. Akhirnya aku lontarkan beberapa pertanyaan yang masih lengket di otak kecilku. Wawancara tak terstrukutur. Tanpa ngalor-ngidul. Bapaknya sedikit hati-hati ngobrolnya. Tapi…setelah pertanyaan terakhir. Beliau bertanya padaku ”aslinya mana mbak ?” aku jawab ”wonosobo” eh…duerrrr. tau kita tetanggaan (ternyata bapaknya asli banjaregara, ngapak gitu..) Percakapan kita ngalir dan..akhirnya aku dapet apa yang aku butuhin, tanpa harus bertnaya panjang leber ehhh si bapak udah cerita sendiri. Alhamdulillah…

##

Deadline pengumpulan tugas dateng juga..ujiannya presentasi apa yang uda di dapet di lapangan. Setelah celoteh laporan selese. Ahh.. nilai A/B aku kantongi untuk tugas ini. Alhamdulillah. Pyuhh…selain asyik reportase ternyata ga susah amat. Asal ada niat ternyata kemudahan datang juga.    

kok cuman A/B…alhamdulillah sie )

 

 

 

 

WAJAH CANTIK ITU ADALAH IBUKU

June 12, 2008 by bilikaksara

Tawa itu muncul lagi setelah sekian lama tertutupi gumpalan awan tanpa arah…ibuku sayang, aku selalu menyebutnya begitu, meski kadang terbesit juga ungkapan sayang ini punya arti atau tidak. Ibuku, adalah wanita tegar. Ibuku, Wanita yang selalu berusaha ingin maju. Ibuku, wanita penyayang meski bukan tipe yang gampang mengungkapkan rasa sayangnya pada keluarga dengan ucapan. Aku dan ibuku, bukanlah sahabat karib, namun kami dekat, dekat sekali. Ibuku, wanita berusia 46 tahun. Cantik, pintar dan idealis. Wajah cantik itu mulai tergores dengan kerutan-kerutan kecil, sayang ibuku bukan tipe wanita pesolek. Namun, masih saja tetap cantik dan muda dengan usia 46 tahun. Wanita tegar ini, masih saja tetap tersenyum. Namun Nampak tawar. Setawar teh kental tanpa gula. Ibuku sayang, apa yang menggangu pikiranmu ? akukah..? atau…?

 

Cantik sekali wajah itu…cantik, bukan sehari dua hari aku berada di dekatnya,

Wajah cantik dihiasi senyum yang selalu mengembang

Wajah cantik itulah yang selalu menjadi pacuanku untuk meraih asa.

Ibu, aku memanggil wajah cantik itu

Tidak sekali aku membuatmu mengkerutkan dahi, tidak sekali pula aku membingungkanmu dengan permasalahanku

Tapi kau selalu sabar menenangkan ku

Namun, wajah cantik itu sekarang murung…

apa dan siapa yang membuatmu murung?

 

Ibuku kini semakin sempurna, entah sejak kapan aku lebih suka memandang ibuku yang sekarang. Ibuku tak pernah marah lagi, meski sebenarnya kemarahannya untuk kebaikan buah hatinya. Ibuku, motivasi dan inspiriasiku. Kalimat manis yang selalu aku terima dari lathi ibu ” doa ibu selalu bersama kamu ”